Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Potensi Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Potensi Mahasiswa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juli 2019

Siapkan PKM Berdaya Saing di PIMNAS, HMJ Matematika Bakal Helat Workshop PKM 5 Bidang

Siapkan PKM Berdaya Saing di PIMNAS, HMJ Matematika Bakal Helat Workshop PKM 5 Bidang


Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) akan menggelar workshop PKM 5 bidang yang mengusung tema 'Kepakkan Ide Kreativitasmu untuk Berlabuh ke PIMNAS'.  Acara ini akan dilaksanakan pada pekan kedua bulan September mendatang.
Maksud diadakannya kegiatan ini tidak lain untuk mengembangkan potensi kreativitas nalar mahasiswa jurusan matematika. Selain itu untuk mempersiapkan cikal bakal mahasiswa matematika agar dapat melaju ke PIMNAS.
Koordinator Steering Committee (SC), Muh. Mahfud mengatakan bahwa workshop tahun ini sedikit berbeda dibanding dengan workshop tahun sebelumnya. Workshop PKM 5 bidang kali ini muncul dengan warna baru yang memang tujuannya menjurus ke PIMNAS.
"Sekarang kami memunculkan konsep yang berbeda agar banyak proposal lolos ke ristekdikti," katanya.
Workshop ini diselenggarakan selama dua hari. Selama dua hari tersebut juga peserta akan menerima materi-materi seputar PKM 5 Bidang oleh pemateri-pemateri handal yang bergelut pada bidang tersebut.
Adapun materi yang akan dibawakan yaitu PKM-Penelitian, PKM-Teknologi, PKM-Karsa Cipta, PKM-Kewirausahaan, dan PKM-Pengabdian Kepada Masyarakat serta masih ada satu tambahan materi.
Disisi lain, Ketua Panitia, Adea menuturkan bahwa menaruh harapan yang sangat besar agar mahasiswa matematika turut andil dalam meramaikan kegiatan ini. Lewat kegiatan ini juga dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bernalar kemudian mengkomunikasikannya dalam bentuk tulisan.
"Saya harap semua mahasiswa matematika bisa ikut. Toh juga kalau lolos sampai ke ristekdikti kan juga mengharumkan nama pribadi, jurusan, fakultas bahkan universitas," pungkasnya.
Selengkapnya

Rabu, 29 Mei 2019

HMJ Matematika Bakal Helat Workshop PKM 5 Bidang

HMJ Matematika Bakal Helat Workshop PKM 5 Bidang


Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) akan helat workshop PKM 5 bidang. Acara ini akan dilaksanakan pada pekan kedua bulan September mendatang. 

Maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk mengembangkan potensi dan kreatifitas nalar mahasiswa jurusan matematika. Selain itu untuk mempersiapkan cikal bakal mahasiswa matematika agar dapat melaju ke PIMNAS. 

Workshop ini diselenggarakan selama dua hari. Selama dua hari tersebut juga peserta akan menerima materi-materi seputar PKM 5 Bidang oleh pemateri-pemateri handal dan yang bergelut pada bidang tersebut. Adapun materi yang akan dibawakan yaitu PKM-Penelitian, PKM-Teknologi, PKM-Karsa Cipta, PKM-Kewirausahaan, dan PKM-Pengabdian Kepada Masyarakat, serta ada satu materi tambahan. 

Info lebih lanjut hubungi 082290043691 (Ayu)
Selengkapnya

Minggu, 22 Oktober 2017

Tata Tertib MATRIKS 2017

Tata Tertib MATRIKS 2017

TATA TERTIB PERTANDINGAN & PERLOMBAAN
MATRIKS 2017

Aturan Umum:
1. Peserta adalah mahasiswa aktif,dosen, atau alumni Jurusan Matematika FMIPA UNM.
2. Peserta/tim siap paling lambat 5 menit sebelum pertandingan/perlombaan dimulai.
3. Peserta/tim dinyatakan gugur apabila belum melunasi biaya administrasi paling lambat sebelum pertandingan/perlombaan dimulai.
4. Keputusan wasit/juri bersifat mutlak selama masih sesuai aturan cabang pertandingan dan perlombaan.
5. Peserta tidak boleh membawa benda tajam, obat-obatan terlarang, dan minuman keras.
6. Peserta tidak dalam keadaan mabuk.
7. Setiap peserta yang melanggar akan dikenakan sanksi sesuai aturan pertandingan/perlombaan.
8. Peserta tidak diperbolehkan memasuki 2 tim pada item pertandingan/perlombaan yang sama.
9. Apabila diketahui terdapat pemain ilegal (bukan berstatus mahasiswa aktif, dosen, atau alumni Jurusan Matematika UNM) maka tim tersebut akan didiskualifikasi.
10. Setiap item akan dilaksanakan jika memenuhi syarat minimal peserta yaitu 5 tim atau 5 orang.
11. Untuk setiap kelas pada tiga angkatan terakhir (2017, 2016, dan 2015) tidak diperkenankan untuk gabung ke tim lain.
12. Untuk setiap kelas pada tiga angkatan terakhir (2017,2016, dan 2015) yang tidak memenuhi jumlah peserta pada item wajib, maka diberi hak istimewa yaitu tambahan peserta selain dari tiga angkatan terakhir (2017, 2016, dan 2015) sehingga jumlah pemain pada tim tersebut mencukupi enam orang.

Aturan Khusus:
1. Futsal
a. Setiap tim maksimal terdiri dari 10 orang pemain.
b. Jumlah pemain saat bertanding maksimal 5 orang dan minimal 3 orang termasuk kiper dengan pergantian pemain bebas.
c. Sistem pertandingan yang digunakan adalah sistem setengah kompetisi.
d. Apabila dalam waktu yang telah ditentukan tim belum hadir dan belum siap di lapangan maka dinyatakan WO, kecuali pemain berjumlah 3 orang dan pertandingan akan dilanjutkan dengan sisa waktu yang ada.
[ 5 menit = 1-0, 10 menit = 2-0, 15 menit = 3-0 dan WO]
e. Waktu bertanding 2 x 10 menit dengan istirahat 5 menit, diperbolehkan untuk time out 1 kali tiap babak per tim maksimal 1 menit, khusus Semifinal dan Final waktu bertanding 2 x 15 menit. Waktu yang digunakan adalah waktu bersih.
f. Perhitungan poin pada babak penyisihan sebagai berikut :
Menang = 3 poin
Seri = 1 poin
Kalah = 0 poin
Apabila terdapat poin sama selanjutnya diperhitungkan dengan prioritas pertama yaitu selisih gol disusul head to head kemudian produktifitas gol. Dan apabila masih sama maka ditentukan dengan pengundian koin.
g. Setelah babak penyisihan, menggunakan sistem gugur. Apabila skor tetap sama dalam 2 babak maka akan dilanjutkan dengan adu pinalti.
h. Setiap pemain diwajibkan memakai sepatu, jika tidak menggunakan sepatu maka tidak diperkenankan untuk bermain.
i. Apabila 2 tim yang bertanding memakai warna senada maka salah satu tim tersebut akan diberikan rompi warna sebagai pembeda.
[Rompi disediakan oleh panitia]
j. Setiap pelanggaran berat akan dikenakan denda :
 Kartu kuning : Rp 10.000
 Kartu merah : Rp 20.000
k. Pertandingan yang ditunda atau diberhentikan berdasarkan pertimbangan wasit dan panitia akan dilanjutkan sesuai dengan kesepakatan panitia dan wasit.
l. Pemain yang mendapatkan kartu merah tidak diperbolehkan bertanding pada 1 (satu) pertandingan berikutnya.
m. Bagi tim yang belum membayar denda kartu maka tidak diperbolehkan mengikuti pertandingan.
n. Teknis detail di lapangan mengikuti standar aturan futsal terbaru yang berlaku.
o. Tim yang lolos di babak grup yaitu juara grup dan runner up grup.
p. Jika cuaca (hujan) tidak memungkinkan untuk melangsungkan suatu pertandingan maka berdasarkan kesepakatan 2 tim, lokasi pertandingan tersebut dipindahkan ke lapangan indoor dengan catatan biaya administrasi lapangan dibagi 2 (kedua tim dan panitia).

2. Bola Voli
a. Pertandingan volly memiliki 2 kategori yaitu tim putra dan tim putri.
b. Setiap tim maksimal terdiri dari 12 orang pemain.
c. Jumlah maksimal pemain saat bertanding yaitu 6 orang dengan pergantian pemain bebas setelah mendapat instruksi dari wasit yang memimpin pertandingan.
d. Jumlah minimal pemain yang boleh bermain di lapangan dalam satu tim adalah 4 orang.
e. Jika di lapangan dalam satu tim jumlah pemain kurang dari 4 orang, maka tim tersebut dinyatakan kalah oleh panitia pertandingan dengan skor 0 – 2 dan poin 0 – 25 untuk setiap set.
f. Sistem perhitungan angka menggunakan rally point, dengan skor maksimal 25 poin. Kecuali pada posisi 24-24, pemenang ditentukan dengan selisih 2 poin.
g. Jika dalam waktu pada jadwal yang telah ditentukan tim belum hadir atau belum siap di lapangan maka panitia menyatakan tim tersebut kalah dengan skor 0 – 1 dan poin 0 – 25 untuk setiap set.
[10 menit = 0-1, 20 menit = 0-2].
h. Perhitungan poin pada babak penyisihan :
Menang : 1 poin
Kalah : 0 poin
Jika terdapat dua tim atau lebih memperoleh nilai yang sama, maka panitia akan menentukan juara grup atau runner up dari selisih set kemenangan disusul head to head, kemudian selisih poin dari keseluruhan set.
i. Tim yang lolos di babak grup yaitu juara grup dan runner up grup.
j. Setelah babak penyisihan, sistem yang digunakan adalah sistem gugur.
k. Setiap pertandingan bola voli berlangsung harus melewati 3 babak. Ketika pada babak pertama dan kedua telah dimenangkan oleh salah satu tim maka pertandingan babak ketiga tidak perlu dilaksanakan. Dan ketika terjadi babak ketiga maka jumlah poin yang digunakan adalah poin maksimal yaitu 15 poin, kecuali pada posisi 14-14, pemenang ditentukan dengan selisih 2 poin.
l. Teknis detail di lapangan mengikuti standar aturan bola voli yang berlaku.

3. Takraw
a. Pertandingan takraw memiliki satu kategori yaitu Putra.
b. Setiap tim terdiri dari 3 orang pemain inti dan 3 orang pemain cadangan.
c. Jumlah minimal pemain yang boleh bermain di lapangan dalam satu tim adalah 2 orang.
d. Sistem pertandingan yang digunakan adalah sistem setengah kompetisi.
e. Sistem perhitungan angka yang digunakan adalah rally point dengan skor 21.
f. Jika dalam waktu pada jadwal yang telah ditentukan tim belum hadir atau belum siap di lapangan maka panitia menyatakan tim tesebut kalah dengan skor 0 – 1 dan poin 0 – 21 untuk setiap set.
[10 menit = 0-1, 20 menit = 0-2].
g. Perhitungan poin pada babak penyisihan :
Menang : 1 poin
Kalah : 0 poin
Jika terdapat dua tim atau lebih memperoleh nilai yang sama, maka panitia akan menentukan juara grup atau runner up dari selisih set kemenangan disusul head to head, kemudian selisih poin dari keseluruhan set.
h. Setiap pertandingan takraw berlangsung harus melewati 3 babak. Ketika pada babak pertama dan kedua telah dimenangkan oleh salah satu tim maka pertandingan babak ketiga tidak perlu dilaksanakan.
i. Apabila masing-masing tim memenangkan 1 set, maka permainan akan dilanjutkan dengan set ‘tie break’dengan 15 poin. Kecuali pada posisi 14-14, pemenang ditentukan dengan selisih 2 angka.
j. Teknis detail di lapangan mengikuti standar aturan takraw yang berlaku.
k. Tim yang lolos di babak grup yaitu juara grup dan runner up grup.

4. Tarik Tambang
a. Pertandingan tarik tambang memiliki 2 kategori yaitu putra dan putri.
b. Jumlah pemain saat bertanding maksimal 6 orang.
c. Sistem pertandingan yang digunakan adalah sistem gugur.
d. Jika dalam waktu 10 menit pada jadwal yang telah ditentukan tim belum hadir dan belum siap di lapangan maka dinyatakan WO.
e. Setelah pertandingan dimulai maka tidak diperbolehkan melakukan pergantian pemain.
f. Tali tidak boleh dililitkan di tangan atau di badan.
g. Sesaat sebelum pertandingan berlangsung tangan pemain harus memegang tali.
h. Wasit berjumlah 3 orang yang terdiri atas 1 orang wasit kepala yang bertugas langsung memimpin pertandingan, wasit kepala ini dilengkapi dengan sempritan. Dua orang pembantu wasit bertugas mengawasi garis batas tarikan. Pembantu wasit dilengkapi dengan bendera merah, bendera merah diangkat apabila tanda merah tadi melewati garis batas tarikan. Pembantu wasit juga bertugas menghitung pemain serta mengatur tata tertib keamanan pertandingan.
i. Tim dinyatakan memenangkan pertandingan jika mengalahkan lawan sebanyak 2 babak.
j. Pengundian dilakukan sebelum pertandingan dimulai.

5. Lari Karung
a. Pertandingan lari karung memiliki 2 kategori yaitu putra dan putri.
b. Setiap perwakilan mengirimkan minimal 1 orang pemain.
c. Sistem pertandingan yang digunakan adalah sistem gugur.
d. Jika dalam waktu 10 menit pada jadwal yang telah ditentukan pemain belum hadir dan belum siap di lapangan maka dinyatakan didiskualifikasi.
e. Jika peserta terjatuh maka harus memulai kembali dari garis start.
f. Peserta yang menghalangi/mengganggu peserta lain maka peserta tersebut dinyatakan diskualifikasi dan pertandingan dimulai kembali lagi dari awal.
g. Jika sudah didapatkan pemenang, maka poin f tidak berlaku.
h. Peserta yang lompat akan didiskualifikasi.
i. Pemenang adalah peserta yang pertama mencapai garis finish.
j. Pengundian dilakukan sebelum pertandingan dimulai.


6. Sandal Family
a. Pertandingan sandal family memiliki 2 kategori yaitu putra dan putri.
b. Sistem pertandingan yang digunakan adalah sistem gugur.
c. Setiap tim terdiri dari 5 orang pemain, yang terdiri dari 3 pemain inti dan 2 pemain cadangan.
d. Jika dalam waktu 10 menit pada jadwal yang telah ditentukan pemain belum hadir dan belum siap di lapangan maka dinyatakan didiskualifikasi.
e. Selama pertandingan berlangsung, tidak diperbolehkan melakukan pergantian pemain.
f. Pengundian dilakukan sebelum pertandingan dimulai (di tempat).
g. Pemenang adalah tim yang pertama mencapai garis finish.

7. Tenis Meja
a. Pertandingan tenis meja memiliki 2 kategori yaitu tunggal putra dan tunggal putri.
b. Sistem pertandingan yang digunakan adalah sistem gugur.
c. Jika dalam waktu 10 menit pada jadwal yang telah ditentukan, pemain belum hadir dan belum siap di lapangan maka dinyatakan WO.
d. Sistem perhitungan angka yang digunakan adalah rally point dengan skor 11 setiap set, kecuali pada posisi 10-10 pemenang ditentukan dengan selisih 2 poin.
e. Setiap pertandingan Tenis meja berlangsung selama 5 babak. Ketika salah satu tim memenangkan 3 babak maka babak selanjutnya tidak perlu dilaksanakan.
f. Pemenang adalah pemain yang memenangkan pertandingan sebanyak 3 set.
g. Teknis detail di lapangan mengikuti standar aturan tenis meja yang berlaku.

8. Bulu Tangkis
a. Pertandingan bulu tangkis memiliki 4 kategori yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, dan ganda putri.
b. Setiap perwakilan maksimal mengirimkan 2 pemain untuk kategori tunggal putra atau tunggal putri.
c. Setiap perwakilan maksimal mengirimkan 2 tim untuk kategori ganda putra atau ganda putri.
d. Jika dalam waktu 10 menit pada jadwal yang telah ditentukan tim/pemain belum hadir dan belum siap di lapangan maka dinyatakan WO.
e. Sistem pertandingan yang digunakan untuk kategori tunggal putra dan tunggal putri adalah sistem gugur, sedangkan untuk ganda putra dan ganda putri adalah sistem setengah kompetisi.
f. Sistem perhitungan angka yang digunakan adalah rally point dengan skor 21.
g. Untuk kategori ganda putra dan ganda putri, perhitungan poin pada babak penyisihan yaitu :
Menang : 1 poin
Kalah : 0 poin
Jika terdapat dua tim atau lebih memperoleh nilai yang sama, maka panitia akan menentukan juara grup atau runner up dari kualitas angka yang didapat dari setiap set disusul head to head.
h. Panitia hanya menanggung 2 buah shuttlecock untuk setiap pertandingan. Jika peserta menggunakan lebih dari 2 buah maka peserta yang menanggung biayanya.
i. Setiap pertandingan bulu tangkis berlangsung harus melewati 3 babak. Ketika pada babak pertama dan kedua telah dimenangkan oleh salah satu tim maka pertandingan babak ketiga tidak perlu dilaksanakan.
j. Teknis detail di lapangan mengikuti aturan standar bulu tangkis yang berlaku .

9. Catur
a. Sistem yang digunakan adalah sistem gugur.
b. Waktu untuk melangkahkan bidak maksimal 2 menit, jika tidak di nyatakan kalah 1 babak.
c. Jika pertandingan Remis maka pemenangnya adalah pemain yang menjalankan bidak hitam.
d. Peserta dinyatakan memenangkan pertandingan jika mengalahkan lawan sebanyak 2 babak.
e. Teknis detail pertandingan mengikuti aturan standar Catur yang berlaku.

10. Rubik 3X3
a. Sistem pertandingan yang digunakan adalah sistem gugur.
b. Pertandingan ini terdiri dari 3 babak yaitu :
• Babak pertama, peserta akan diberikan rubik yang diacak kemudian menyelesaikannya secepat mungkin. Rubik diacak 3 kali oleh peserta yang berbeda. Peserta yang lolos ke babak selanjutnya adalah 10 peserta tercepat pertama.
• Babak kedua, peserta akan dibentuk 5 tim yang masing-masing terdiri dari 2 orang. Peserta yang lolos ke babak selanjutnya adalah peserta tercepat pada setiap tim.
• Babak ketiga, peserta akan menyelesaikan 2 buah rubik. Rubik pertama adalah rubik biasa dan rubik yang kedua adalah rubik yang tidak memiliki center.
c. Jika dalam waktu 10 menit pada jadwal yang telah ditentukan peserta belum hadir dan belum siap di lapangan maka peserta dinyatakan didiskualifikasi.
d. Peserta yang memenangkan pertandingan adalah 3 peserta tercepat pertama pada babak ketiga.

11. Lari Kelereng
a. Pertandingan lari kelereng memiliki 2 kategori yaitu putra dan putri.
b. Setiap perwakilan mengirimkan minimal 1 orang pemain.
c. Sistem pertandingan yang digunakan adalah sistem gugur.
d. Jika dalam waktu 10 menit pada jadwal yang telah ditentukan pemain belum hadir atau belum siap di lapangan maka dinyatakan diskualifikasi.
e. Terdapat tiga titik yang akan dilalui peserta. Yang pertama start point, tempat peserta memulai pertandingan. Yang kedua mid point, disini peserta dapat melepaskan kelereng dan sendok terlebih dahulu kemudian menyelesaikan puzzle yang telah disediakan panitia. Peserta boleh melanjutkan pertandingan jika puzzle telah selesai. Yang ketiga adalah finish point, setelah menyelesaikan puzzle, peserta kembali menagambil sendok dan kelereng dan berlari ke finish point.
f. Jika kelereng peserta terjatuh sebelum mid point, maka harus memulai kembali dari garis start. Tetapi, jika kelereng terjatuh setelah mid point, maka peserta memulai kembali dari mid point tanpa menyelesaikan puzzle.
g. Peserta tidak boleh menyentuh sendok maupun kelereng menggunakan tangan selama pertandingan, kecuali saat berada di mid point. Peserta yang melanggar akan didiskualifikasi.
h. Peserta yang menghalangi/mengganggu peserta lain maka peserta tersebut dinyatakan diskualifikasi dan pertandingan dimulai kembali lagi dari awal.
i. Pemenang adalah peserta yang pertama mencapai garis finish.

12. Ceramah
a. Tema Ceramah : Ukhuwah Islamiyah
b. Durasi ceramah maksimal 10 menit.
c. Peserta melakukan registrasi ulang kepada panitia sebelum mengikuti lomba.
d. Peserta yang berhalangan segera menghubungi panitia sebelum acara dimulai, yang selanjutnya panitia akan mengatur urutan penampilan peserta tersebut.
e. Penentuan urutan tampil akan ditentukan melalui pengundian 10 menit sebelum lomba dimulai.
f. Kriteria Penilaian
a) Bahan ceramah : 40%
b) Komunikatif : 25%
c) Kelancaran : 25%
d) Adab : 10%
g. Pemenang adalah peserta yang memperoleh poin tertinggi, dan jika terdapat poin yang sama maka pemenang ditentukan oleh juri.
h. Keputusan juri bersifat mutlak, tidak dapat diganggu gugat.

13. Menggambar
a. Perlombaan akan dilaksanaka apabila peserta yang mendaftar memenuhi batas
b. Peserta melakukan registrasi ulang kepada panitia sebelum mengikuti kompetisi
c. Peserta yang terlambat tidak mendapat toleransi perpanjangan waktu
d. Peserta menyiapkan sendiri perlengkapan menggambarnya, kecuali kertas gambar ukuran A3, pensil gambar dan penghapus yang disiapkan oleh panitia.
e. Peserta tidak diperbolehkan untuk meminta bantuan pada siapapun dalam bentuk apapun.
f. Peserta yang melakukan plagiasi atau mendapatkan bantuan dari orang lain akan dikenakan diskualifikasi.
g. Peserta tidak diperbolehkan meminjam peralatan gambar milik peserta lain.
h. Bagi peserta yang ingin keluar ruangan lomba harus seijin juri/panitia yang bersangkutan
i. Lomba diadakan di ruang yang telah disediakan oleh panitia.
j. Waktu yang diberikan kepada peserta adalah 90 menit.
k. Aba-aba akan diinstruksikan oleh panitia saat lomba dimulai hingga selesai.
l. Tema gambar akan disampaikan pada saat perlombaan akan dimulai
m. Kriteria penilaian:
a) Keserasian dengan tema
b) Kreatifitas
c) Kerapihan
d) Pesan yang disampaikan lewat gambar
n. Pemenang adalah peserta yang memperoleh poin tertinggi, dan jika terdapat peserta dengan poin yang sama maka pemenang ditentukan oleh juri.
o. Keputusan juri bersifat mutlak, tidak dapat diganggu gugat.

14. Hafidz Qur’an
a. Peserta melakukan registrasi ulang kepada panitia sebelum mengikuti kompetisi
b. Lomba hafidz akan dilaksanakan melalui 3 tahap yaitu:
a) Tahap I: Peserta menghafalkan surah wajib
b) Tahap II: Peserta menghafalkan  surah pilihan
c) Tahap III: Peserta akan melanjutkan ayat yang dibacakan  oleh juri serta menebak surah yang dibacakan
Catatan: Surah yang wajib dihafalkan oleh peserta yaitu Q.S An-Nazi’at, sedangkan surah yang menjadi pilihan yaitu Q.S An-Naba’, Q.S At-Takwir, Q.S Al-Mutaffifin. Surah pilihan akan dipilihkan oleh dewan juri.
c. Surah yang akan diberikan pada tahap III yaitu surah-surah pada juz 30
d. Penentuan urutan tampil akan ditentukan melalui pengundian 10 menit sebelum lomba dimulai.
e. Aspek yang dinilai:
a) Kelancaran hafalan
b) Meneruskan potongan ayat
c) Tartil
d) Tebak surah
e) Tajwid
f. Pemenang adalah peserta yang memperoleh poin tertinggi, dan jika terdapat peserta dengan poin yang sama maka pemenang ditentukan oleh juri.
g. Keputusan juri bersifat mutlak, tidak dapat diganggu gugat

15. Spelling Bee
a. Peserta melakukan registrasi ulang kepada panitia sebelum mengikuti kompetisi
b. Lomba Spellingbee akan dilaksanakan melalui 3 babak, yaitu :
a) Babak Penyisihan (Preliminary Round)
- Pada babak ini, setiap peserta secara bergilir akan diberikan beberapa kata dengan 5 kategori/level, yaitu sangat mudah, mudah, sedang, susah dan sangat susah. Setiap level terdiri dari satu kata.
- Masing-masing level memiliki sistem poin sebagai berikut :
• Level sangat mudah = 1-10 poin
• Level mudah = 11-15 poin
• Level sedang = 16-20 poin
• Level susah = 21-25 poin
• Level sangat susah = 26-30 poin
- Juri akan menyebutkan kata sebanyak dua kali, kemudian peserta memulai untuk menspell ketika telah dipersilahkan oleh juri. Waktu yang diberikan selama 15 detik.
- Lima peserta dengan poin tertinggi akan menuju ke babak berikutnya. Jika ada peserta dengan poin yang sama, peserta dengan waktu menjawab paling cepatlah yang dinyatakan lolos.
b) Babak Semifinal (Semifinal Round)
- Peserta yang mengikuti babak ini adalah peserta yang dinyatakan lolos pada babak penyisihan
- Kata yang akan diberikan sebanyak 3 kata. Yang masing-masing bernilai 20 poin.
- Pada babak ini, masing-masing peserta memiliki poin awal sebanyak 100
- Peserta akan men”spell” kata yang telah diundi oleh dewan juri. Setiap kata memiliki 5 buah petunjuk.
- Poin akan berkurang sesuai dengan banyaknya petunjuk yang diminta
- Satu bantuan petunjuk yang diminta bernilai 15 poin
- Peserta yang misspell akan mendapatkan nilai 0
- Juri akan menyebutkan kata sebanyak satu kali, kemudian peserta memulai untuk menspell ketika telah dipersilahkan oleh juri. Waktu yang diberikan selama 15 detik.
- Tiga peserta dengan poin tertinggi akan menuju ke babak berikutnya. Jika ada peserta dengan poin yang sama, peserta dengan waktu menjawab paling cepatlah yang dinyatakan lolos.
c) Babak final (Final round)
- Peserta yang mengikuti babak ini adalah tiga peserta yang mendapatkan poin tertinggi pada babak semifinal
- Babak ini merupakan babak rebutan
- Poin dari ketiga peserta diambil dari poin peserta pada babak sebelumnya
- Sebelum membacakan kata yang akan dispell, juri menyebutkan terlebih dahulu poin kata  yang akan dibacakan. Poin setiap kata berbeda tergantung dari tingkat kesulitannya.
- Peserta yang mengangkat bendera paling cepatlah yang berhak untuk menjawab.
- Jika dalam hitungan ketiga tidak ada yang mengangkat bendera, maka soal dinyatakan hangus.
- Juri akan menyebutkan kata sebanyak satu kali, kemudian peserta memulai untuk menspell ketika telah dipersilahkan oleh juri. Waktu yang diberikan selama 15 detik.
- Jika jawaban yang diberikan benar, peserta akan mendapatkan poin sesuai yang disebutkan juri. Jika salah akan diberi sanksi -10 poin dan soal dinyatakan hangus.
- Babak final berakhir ketika 15 kata yang disediakan telah habis.
- Pemenang merupakan peserta yang mendapatkan poin tertinggi. Jika terdapat peserta yang memiliki poin yang sama, maka juri memberikan satu soal tambahan.
c. Peserta yang berhalangan diharapkan segera menghubungi panitia sebelum acara dimulai yang selanjutnya panitia akan mengatur kembali urutan penampilan peserta tersebut.
d. Pemenang adalah peserta yang memperoleh nilai tertinggi pada babak final
e. Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

16. Nyanyi Solo
a. Setiap peserta akan menyanyikan dua buah lagu yaitu lagu wajib dan lagu pilihan;
a) Lagu wajib: lagu wajib nasional yang telah ditentukan oleh panitia yaitu Tanah Airku atau Indonesia Pusaka (peserta hanya memilih satu dari dua lagu tersebut).
b) Lagu pilihan: lagu yang ditentukan sendiri oleh peserta.
b. Setiap peserta membawa midi lagu yang akan dinyanyikan.
c. Peserta melakukan registrasi ulang kepada panitia sebelum mengikuti kompetisi.
d. Peserta yang terlambat diharapkan segera menghubungi panitia sebelum acara dimulai yang selanjutnya panitia akan mengatur kembali urutan penampilan peserta tersebut.
e. Jika peserta belum datang 3 menit setelah penampil terakhir, maka peserta tersebut didiskualifikasi.
f. Aspek penilaian:
a) Vokal
b) Teknik
c) Penghayatan
g. Pemenang adalah peserta yang memperoleh poin tertinggi, dan jika terdapat peserta dengan poin yang sama maka pemenang ditentukan oleh juri.
h. Keputusan juri bersifat mutlak, tidak dapat diganggu gugat

17. Cipta baca puisi
a. Peserta menciptakan puisi yang bertemakan “PERSAUDARAAN” dengan isi puisi mengandung unsur matematika
b. Durasi pembacaan puisi maksimal 10 menit
c. Peserta melakukan registrasi ulang kepada panitia sebelum mengikuti kompetisi.
d. Peserta yang terlambat diharapkan segera menghubungi panitia sebelum acara dimulai yang selanjutnya panitia akan mengatur kembali urutan penampilan peserta tersebut.
e. Jika peserta belum datang 3 menit setelah penampil terakhir, maka peserta tersebut didiskualifikasi.
f. Aspek penilaian:
a) Intonasi
b) Mimik
c) Penghayatan
d) Vokal
e) Isi Puisi
g. Pemenang adalah peserta yang memperoleh jumlah poin tertinggi, dan jika terdapat peserta dengan poin yang sama maka pemenang ditentukan oleh juri.
h. Keputusan juri bersifat mutlak, tidak dapat diganggu gugat.

18. Debat
a. Peserta melakukan registrasi ulang kepada panitia sebelum mengikuti kompetisi
b. Setiap tim terdiri dari 3 orang.
c. Lomba debat akan dilakukan melalui 3 babak, yaitu : babak penyisihan, semi final dan final.
d. Pemilihan mosi pada lomba debat akan dilakukan secara lot saat kedua tim telah berada di arena perlombaan
e. Tim yang betindak sebagai tim pro/kontra akan dilakukan secara lot pula setelah penentuan mosi
f. Masing-masing tim memiliki tiga pembicara yang terdiri atas pembicara pertama, pembicara kedua, dan pembicara ketiga.
g. Mekanisme debat:
- Pertandingan dimulai oleh pembicara pertama tim pro yang dilanjutkan oleh pembicara pertama tim kontra begitu seterusnya hingga pembicara ketiga tim kontra.
- Selanjutnya, pembicara penutup dari tim kontra berdiri memberikan argumen yang diakhiri oleh pembicara penutup tim pro. Pembicara penutup merupakan pembicara pertama atau kedua dari masing-masing tim. Pembicara ketiga tidak diperkenankan menjadi pembicara penutup.
- Peserta diberikan waktu 15 menit untuk melakukan penyusunan argumen setelah pengumuman mosi dan kedudukan tim
- Pembicara pertama, kedua, dan ketiga diberikan waktu selama 5 menit 20 detik. Sedangkan pembicara penutup diberikan waktu 2 menit 20 detik
- Peserta diperkenankan interupsi saat lawan memaparkan argumen setelah menit pertama hingga menit kelima.
- Permohonan interupsi dengan cara mengacungkan tangan. Interupsi dapat dilakukan jika pembicara telah mempersilahkan.
- Waktu yang diberikan saat interupsi sebanyak 20 detik. Jika interupsi berlangsung lebih dari 20 detik, akan langsung dihentikan oleh timekeeper.
- Interupsi maksimal dilakukan 3 kali untuk satu pembicara.
- Interupsi tidak diperkenankan saat pembicara penutup menyampaikan argumen.
h. Tugas masing-masing pembicara:
- Pembicara pertama dari  tim pro diharuskan mendefinisikan mosi dan memberi batasan, serta menyampaikan sebagian argumen.
- Pembicara pertama dari tim kontra diharuskan memberikan bantahan (rebut) terhadap pembicara pertama tim pro dan menyampaikan argumen-argumennya.
- Pembicara kedua dari tim pro memberikan bantahan terhadap pembicara pertama dari tim kontra serta menambah dan memperdalam argumen timnya.
- Pembicara kedua dari tim contra memberikan bantahan terhadap pembicara pertama dan kedua dari tim pro serta menambah dan memperdalam argumen timnya.
- Pembicara ketiga dari tim pro memberikan bantahan terhadap argumen dari pembicara 1 dan 2 lalu memberikan kesimpulan.
- Pembicara ke 3 dari tim kontra memberikan bantahan terhadap argumen dari speaker 1, 2 dan 3 dari tim pro.
- Pembicara penutup bertugas mengulang kembali argumen yang telah dipaparkan oleh timnya dan meyakinkan juri bahwa setiap argumen tim lawan telah dibantah oleh timnya.
i. Time keeper bertugas untuk menunjukkan aba-aba sisa waktu, dengan ciri :
- Satu ketukan menandakan pembicara telah melewati menit pertama
- Dua ketukan manandakan telah melewati menit kelima untuk pembicara pertama, kedua dan ketiga. Sedangkan untuk pembicara penutup, dua ketukan menandakan telah melewati menit kedua.
- Ketukan berentet menandakan waktu habis
j. Mosi yang akan diperdebatkan pada babak penyisihan dan semi final adalah :
a) Pekerja asing di Indonesia wajib berbahasa Indonesia
b) Pemerintah akan menerapkan hukuman mati bagi seluruh pengedar narkoba
c) Semua pendidikan dasar di Indonesia harus menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar
d) Penghapusan aturan memakai seragam ke sekolah
e) Internet menyebabkan kreatifitas anak menurun
f) Pelaksanaan wajib militer di Indonesia
g) Pengadaan kembali RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) di Indonesia
h) Program TV Indonesia membawa dampak buruk bagi generasi muda Indonesia
i) Pelegalan jual beli organ manusia
j) Sex Education bagi anak usia dini
k) Larangan ojek online beroperasi di dalam perumahan atau kompleks
l) Pembuatan ulang film G30S/PKI
k. Aspek yang dinilai :
a) Matter, argumen yang diberikan
b) Manner, kelakuan pembicara saat berdebat. Terdiri atas kesopanan dan tata berbicara yang baik
c) Method, cara penyampaian argumen yang disampaikan oleh masing-masing pembicara.
l. Argumen yang diberikan tidak boleh menyinggung unsur SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) serta peserta tidak diperkenankan menggunakan kata-kata kasar. Pelanggaran yang terjadi dapat mengurangi poin tim.
m. Pada saat debat berlangsung, peserta tidak diperkenankan lagi mencari informasi di internet melalu media elektronik. Tetapi peserta diperbolehkan membawa catatan atau buku.
n. Mosi pada saat final akan diumumkan pada saat 30 menit sebelum final
o. Pemenang adalah peserta yang memperoleh jumlah poin tertinggi, dan jika terdapat peserta dengan poin yang sama maka pemenang ditentukan oleh juri.
p. Keputusan juri bersifat mutlak, tidak dapat diganggu gugat.


19. Rangking 1
a. Peserta melakukan registrasi ulang kepada panitia sebelum mengikuti kompetisi
b. Permainan dilaksanakan melalui dua babak, yaitu:
a) BABAK PENYISIHAN
• Babak ini diikuti oleh semua peserta.
• Disediakan 2 kartu yang masing-masing berwarna merah dan hijau untuk masing-masing peserta.
• Soal dalam bentuk pernyataan dibacakan oleh presenter.
Jika peserta menganggap pernyataan tersebut bernilai benar, maka dia mengangkat kartu hijau. Namun jika menurutnya pernyataan tersebut salah, dia mengangkat kartu merah.
• Kartu diangkat setelah aba-aba dari presenter.
• Peserta yang mengangkat kartu yang salah keluar dari permainan.
• Permainan terus berlajut hingga tersisa kurang atau sama dengan 10 peserta.
b) BABAK FINAL
• Babak ini diikuti oleh peserta yang lolos babak penyisihan.
• Pada babak final, peserta akan diberikan papan tulis kecil dan spidol untuk menjawab pertanyaan.
• Pertanyaan yang diberikan berupa soal isian
• Peserta yang menjawab soal dengan salah, akan keluar dari permainan
• Soal akan diberikan sampai tersisa 1 peserta terakhir
c. Peserta yang tidak datang setelah 10 menit dari waktu yang ditentukan maka akan didiskualifikasi
d. Pemenang adalah peserta yang berhasil menyelesaikan babak final

20. MTQ
a. Peserta melakukan registrasi ulang kepada panitia sebelum mengikuti kompetisi
b. Surah yang diajukan adalah :
1) QS. Al Baqarah : 218-220
2) QS. Ali Imran : 103-106
3) QS. Ali Imran : 143-146
4) QS. Ali Imran : 133-137
5) QS. Al-An’am : 73-77
6) QS. An Nisa’ : 135-137
7) QS. At-Taubah : 17-20
8) QS. Luqman : 12-15
9) QS. Al Ma’idah : 87-89
10) QS. Al Anfal : 29-33
• Aturan lomba :
a) Nomor urut peserta ditentukan 5 menit sebelum lomba dimulai dengan mekanisme lot.
b) Peserta membacakan tiga potongan surah (sebagaimana di atas) di depan juri
c) Tiga surah yang dibacakan peserta dipilih secara acak dengan mekanisme lot.
• Penilaian
- Kelancaran : 20%
- Tajwid : 25%
- Makhroj : 25%
- Lagu : 20%
- Adab
1) Pakaian : 5%
2) Membaca : 5%
c. Pemenang adalah peserta yang memperoleh jumlah poin tertinggi, dan jika terdapat peserta dengan poin yang sama maka pemenang ditentukan oleh juri.
d. Keputusan juri bersifat mutlak, tidak dapat diganggu gugat.

21. Akustik
a. Peserta melakukan registrasi ulang kepada panitia sebelum mengikuti kompetisi
b. Setiap tim terdiri dari 2 sampai 5 orang.
c. Alat yang disediakan oleh panitia:
1) Gitar 1 buah
2) Bass 1 buah
3) Cajon 1 buah
4) Mic 2 buah
d. Stem yang digunakan untuk alat adalah stem standar
e. Peserta tidak diperkenankan untuk membawa alat yang menggunakan unsur channel
f. Setiap peserta membawakan dua lagu, diantaranya:
1) Lagu wajib : Hymne Himatika
2) Lagu bebas
g. Untuk lagu bebas. setiap peserta diberikan kebebasan mengaransemen lagu yang akan dibawakan
h. Batas waktu yang diberikan secara keseluruhan adalah 20 menit (stem alat, lagu wajib dan lagu pilihan)
i. Apabila terjadi kecelakaan panggung (putus senar gitar, storing, dan sebagainya) maka penampilan dihentikan dan diulang dengan terlebih dahulu di benarkan oleh panitia
j. Aspek yang dinilai:
• Irama
• Kekompakan
• Teknik
k. Pemenang adalah peserta yang memperoleh jumlah poin tertinggi, dan jika terdapat peserta dengan poin yang sama maka pemenang ditentukan oleh juri.
l. Keputusan juri bersifat mutlak, tidak dapat diganggu gugat.


Selengkapnya

Rabu, 18 Oktober 2017

Matematika Rileks (MATRIKS) 2017

Matematika Rileks (MATRIKS) 2017

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,


Halo, civitas akademika !!

HIMATIKA FMIPA UNM kembali mengajak kalian untuk berkompetisi di bidang keagamaan, keolahragaan serta kesenian yang dikemas dalam bentuk kegiatan tahunan Jurusan Matematika FMIPA UNM "MATRIKS 2017"

Kegiatan yang bertema " Kembangkan Potensi, Junjung Sportivitas dalam Harmoni Kebersamaan" ini akan diikuti oleh dosen, alumni, dan tentunya seluruh warga Jurusan Matematika FMIPA UNM.


Berikut formulir online MATRIKS 2017

 FORMULIR MATRIKS 2017

Mari eratkan silaturahmi, kuatkan kekompakan, dan jalin persaudaraan !!

Stay tune !

On 28 October - 12 November 2017
Selengkapnya

Sabtu, 06 April 2013

Workshop PKM Periode 2012-2013

Workshop PKM Periode 2012-2013


Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan salah satu bentuk upaya yang ditempuh oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M), Ditjen Dikti dalam meningkatkan kualitas peserta didik (mahasiswa) di perguruan tinggi agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan meyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta memperkaya budaya nasional. Program Kreativitas Mahasiswa dilaksanakan pertama kali pada tahun 2001, yaitu setelah dilaksanakannya program restrukturisasi di lingkungan Ditjen Dikti. Kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang selama ini sarat dengan partisipasi aktif mahasiswa, diintegrasikan ke dalam satu wahana yang diberi nama Program Kreativitas Mahasiswa.

Program Kreativitas Mahasiswa dikembangkan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi serta keimanan yang baik. Dalam rangka mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang cendekiawan, wirausahawan, mandiri dan arif, mahasiswa diberi peluang untuk mengimplementasikan kemampuan, keahlian, sikap tanggungjawab, membangun kerjasama tim maupun mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang kreatif dalam bidang ilmu yang ditekuni.
Sayangnya, program tersebut kurang atau memang tidak diminati oleh mayoritas mahasiswa Universitas Negeri Makassar. Hanya puluhan saja yang membuat proposal, dan yang akhirnya memenangkan hibahnya pun bisa dihitung dengan jari. Semoga ke depannya lebih baik lagi.
Menjadi mahasiswa kreatif memang tidak harus melalui PKM, namun saat mahasiswa tidak punya ajang melatih kreatifitasnya secara mandiri, apakah perguruan tinggi tidak akan menghasilkan lulusan yang kreatif?  Pertanyaan yang tidak mudah dijawab karena proses belajar-mengajar bersifat multi-aspek atau dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya mutu dosen, motivasi mahasiswa, kurikulum beserta metode mengajarnya, daya dukung sarana dan prasarana pembelajaran. Jadi rendahnya minat mengikuti PKM mungkin merupakan kesalahan atau tanggung jawab kolektif.
Namun, kondisi tersebut tidak harus membuat surut nyali atau hilang motivasi dalam mengejar kreativitas. Jika di ajang PKM masih belum saatnya, kegiatan kemahasiswaan di Universitas Negeri Makassar bisa dimanfaatkan. Seni, olahraga, kepedulian sosial, bahkan mata kuliah yang adaptif terhadap pengembangan softskill bisa dimanfaatkan sebagai ajang mengasah kreatifitas. Ya, kreativitas pun banyak ragam dan skalnya. Semuanya diawali dari niat kita masing-masing.
Harus diakui bahwa budaya membaca dan menulis masih menjadi masalah mendasar di perguruan tinggi. Apalagi budaya meneliti yang mungkin baru digeluti saat mendekati akhir studi. Kemampuan menulis dan meneliti sebenarnya bisa diintegasikan dalam proses perkuliahan. Toh, meneliti itu tidak harus dalam skala besar. Saat kita menyimak dengan seksama tentang apa yang ada atau terjadi di lingkungan, topik atau bahan riset pun bermunculan. Semoga proses perkuliahan bisa merangsang mahasiswa untuk peka terhadap berbagai masalah di masyarakat. Lebih jauh lagi, berusaha untuk mencari solusinya melalui berbagai program kreativitas mahasiswa.
Jika upaya itupun kurang berhasil, jangan-jangan, benar pula yang dikatakan oleh Prof Masrukhi tentang “Inilah Lima Wajah Mahasiswa Indonesia, seperti diberitakan oleh Kompas.com (28/9/2011). Lima wajah tersebut adalah idealis-konfrontatif, idealis-realistis, oportunis, professional, dan rekreatif. “Prof. Masrukhi menilai, saat ini banyak mahasiswa yang lebih berorientasi pada gaya hidup“. Duh, apakah memang kondisinya seperti itu? Masa mahasiswa datang ke kampus cuma untuk bergaya saja. Rasanya, masih ada mahasiswa yang benar-benar belajar dan berkeinginan untuk meningkatkan kemampuannya melalui pendidikan tinggi. Memang tersisa satu pertanyaan: Seberapa banyak yang seperti itu?
Berdasarkan hal-hal tersebut diatas kami dari Himpunan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar sebagai bagian dari integral mahasiswa dan generasi muda serta salah satu program kerja HIMATIKA FMIPA UNM mengadakan Workshop PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa) sebagai indikator kepedulian terhadap pentingnya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki mahasiswa dan meningkatkan kreatifitas mahasiswa yang menjadi wadah untuk memperdalam pengetahuan mengenai pengembangan kreatifitas mahasiswa tersebut.


Selengkapnya