Minggu, 01 Maret 2026

[OPINI] RELASI SOSIAL SEBAGAI JEJAK KEBUTUHAN DAN KEKUASAAN DALAM INDONESIA KONTEMPORER

[OPINI] RELASI SOSIAL SEBAGAI JEJAK KEBUTUHAN DAN KEKUASAAN DALAM INDONESIA KONTEMPORER



Sejarah manusia selalu dibangun di atas dua kekuatan yang saling bertaut namun kerap berlawanan yaitu kebutuhan untuk bertahan hidup dan kecenderungan membangun struktur kekuasaan. Sejak komunitas pemburu-peramu awal, manusia menyadari bahwa hidup sendirian berarti rapuh. Ancaman alam, kelangkaan pangan, dan keterbatasan fisik mendorong manusia membentuk kelompok. Dalam konteks ini, relasi sosial lahir sebagai kebutuhan biologis cara agar spesies bertahan, berbagi peran, dan mengurangi risiko kematian.
 
Namun seiring kelompok manusia membesar dan kompleksitas sosial meningkat, relasi yang awalnya organik perlahan berubah menjadi mekanisme pengaturan. Fenomena ini tidak berhenti di masa lampau, melainkan terus berlangsung hingga masyarakat modern, termasuk di Indonesia hari ini.

Dalam konteks Indonesia, relasi sosial sejak dini dilembagakan melalui keluarga dan pendidikan. Data percakapan publik dan pemberitaan media nasional secara konsisten menunjukkan bagaimana relasi orang tua anak dan guru murid masih beroperasi secara hierarkis. Ungkapan seperti “anak tidak boleh melawan orang tua” atau “guru selalu benar” kerap muncul dalam diskursus publik ketika terjadi kasus kekerasan di sekolah atau pelanggaran hak anak. Relasi yang awalnya dibangun untuk perlindungan dan pewarisan nilai, perlahan berubah menjadi sistem disiplin yang menormalisasi kepatuhan. Dalam kerangka Michel Foucault, kekuasaan di sini tidak hadir sebagai larangan eksplisit, melainkan sebagai praktik sehari-hari yang membentuk tubuh, bahasa, dan sikap tunduk sejak usia dini.

Perubahan relasi menjadi struktur kekuasaan juga tercermin dari dominasi pekerjaan informal di Indonesia, yang menurut rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2025 mencapai sekitar 86,58 juta orang atau 59,40 persen dari total angkatan kerja, lebih besar daripada jumlah pekerja formal. Mayoritas tenaga kerja ini bekerja sebagai pekerja bebas, buruh tidak tetap, atau pengusaha sendiri tanpa perlindungan sosial yang memadai, sementara jumlah pekerja dengan perjanjian kerja tidak tetap sangat dominan dan pekerja formal dengan kontrak permanen relatif sedikit. Kondisi ini menunjukkan bahwa relasi kerja di Indonesia sering kali bukan sekadar hubungan profesional yang setara, tetapi menjadi bentuk ketergantungan hidup jutaan orang bekerja tanpa jaminan upah layak, tanpa jaminan sosial, dan tanpa kepastian hubungan kerja, sehingga kebutuhan dasar mereka menjadi alat struktur yang menahan mereka dalam kondisi yang rapuh dan tidak setara.

Relasi antara negara dan warga negara di Indonesia juga menunjukkan pola serupa. Analisis big data percakapan media sosial setiap kali terjadi demonstrasi mahasiswa atau protes publik memperlihatkan pola komentar yang relatif konsisten: demonstrasi dipersepsikan sebagai gangguan ketertiban, bukan sebagai hak politik. Narasi “demi stabilitas” atau “jangan mengganggu orang mencari nafkah” berulang dalam pemberitaan dan opini warganet. Relasi negara warga yang secara konstitusional bersifat timbal balik, dalam praktiknya bergeser menjadi relasi paternalistik negara diposisikan sebagai figur orang tua, warga sebagai anak yang harus memahami dan menahan diri.

Di ranah moral dan keagamaan, relasi kekuasaan bekerja dengan cara yang lebih halus. Media nasional dan lokal secara rutin memberitakan polemik pakaian perempuan, penghakiman moral di ruang publik, hingga pelabelan sosial terhadap kelompok tertentu. Data pemberitaan menunjukkan bahwa tekanan sosial seringkali tidak datang dari aparat negara, melainkan dari relasi sosial itu sendir seperti dari tetangga, komunitas, tokoh informal. Relasi keagamaan yang semula memberi makna dan solidaritas, dalam praktik sosial berubah menjadi mekanisme normalisasi yang mengatur tubuh, pilihan, dan identitas individu.

Memasuki abad ke-21, relasi sosial di Indonesia mengalami transformasi paling mutakhir melalui ruang digital. Laporan tahunan platform media sosial dan analisis percakapan daring menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat pada validasi digital. Fenomena fear of missing out (FOMO), kecemasan terhadap jumlah likes, dan tekanan untuk terus tampil relevan menjadi pola yang berulang dalam data interaksi daring. Relasi manusia tidak lagi hanya berlangsung antarindividu, tetapi dimediasi oleh algoritma yang mengatur visibilitas, emosi, dan perhatian. Dalam kerangka surveillance capitalism sebagaimana dijelaskan Shoshana Zuboff, relasi sosial telah berubah menjadi komoditas data dipelajari, diprediksi, dan dimonetisasi.

Dari perjalanan ini terlihat bahwa relasi sosial selalu berada di persimpangan antara kebutuhan dan kekuasaan. Ia lahir dari naluri biologis manusia sebagai makhluk sosial, namun berkembang menjadi jaringan struktural yang mengatur perilaku dan ketergantungan. Di Indonesia, mekanisme ini jarang terasa represif karena bekerja melalui kedekatan keluarga, moral, pekerjaan, dan teknologi. Justru karena terasa wajar, relasi semacam ini jarang dipertanyakan.
Pertanyaannya kemudian bukan lagi apakah manusia membutuhkan relasi sosial karena jawabannya jelas iya melainkan sejauh mana relasi tersebut dibentuk secara sadar oleh individu, dan sejauh mana ia dipilihkan oleh struktur kekuasaan yang bekerja di balik layar sejarah, institusi, dan algoritma.

*Penulis: Magfira (Demisioner Ketua Bidang Keilmuan HMJ Matematika FMIPA UNM Periode 2022-2023)
Selengkapnya

Sabtu, 28 Februari 2026

E-Mading SIGMA edisi Bulan Februari

E-Mading SIGMA edisi Bulan Februari


Teorema Pythagoras: Lebih dari Sekadar Rumus Matematika 📐

Siapa bilang matematika itu membosankan? Di balik rumus a² + b² = c² yang kita hapal sejak SD, ternyata tersembunyi perjalanan panjang peradaban manusia! 🏛️

Fakta menarik yang jarang diketahui:
• Bangsa Babilonia dan Cina sudah pakai prinsip ini 4000 tahun lalu untuk bangun sudut siku-siku
• Ada tablet bernama Plimpton 322 dari era Raja Hammurabi (1790-1750 SM) yang berisi "Tripel Pythagoras"
• Di India disebut Teorema Bhaskara, di Cina namanya Teorema Gougu
• Bukti visualnya bahkan ada dalam teks kuno Chou Pei Suan Ching (500 SM - 200 M)

Bayangkan, nenek moyang kita sudah memahami konsep ini jauh sebelum Pythagoras lahir! Mereka menggunakannya untuk membangun monumen megalitik, candi, hingga sistem irigasi. Tanpa teorema ini, mungkin piramida Mesir tidak akan berdiri kokoh hingga sekarang. 🔺

Yang paling keren: Ini adalah contoh sempurna bagaimana matematika menjadi "bahasa universal" yang menghubungkan berbagai peradaban—dari Mesopotamia, India, Cina, hingga Yunani. Bukti bahwa ilmu pengetahuan tidak mengenal batas geografi dan waktu. 🌏

Jadi, lain kali saat melihat segitiga siku-siku, ingatlah bahwa kamu sedang melihat warisan 4000 tahun peradaban manusia!

#Pythagoras #SejarahMatematika #TriviaEdukasi #MatematikaItuIndah #BelajarSepanjangHayat
Selengkapnya

Rabu, 25 Februari 2026

HMJ Matematika FMIPA UNM Periode 2026-2027 Gelar Rapat Kerja

HMJ Matematika FMIPA UNM Periode 2026-2027 Gelar Rapat Kerja

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar (FMIPA UNM) resmi menggelar Rapat Kerja (Raker) untuk periode kepengurusan 2026-2027. Rapat kerja yang berlangsung di Aula Jurusan Matematika FMIPA UNM dan Aspura II Hipermata ini bertujuan untuk merumuskan dan menyelaraskan program kerja demi kemajuan himpunan serta peningkatan kualitas mahasiswa Matematika.

Kegiatan yang digelar selama 3 hari, Jum'at - Minggu (13-15/2/2026) ini dihadiri oleh jajaran pengurus HMJ Matematika,Dewan Pengawas Organisasi (DPO)dan Warga Jurusan Matematika. Raker ini menjadi agenda strategis untuk memperkuat program kerja yang telah disusun.

Dalam sambutannya, Muh. Hidayat Situru menekankan pentingnya perencanaan yang matang sebagai fondasi organisasi yang kuat. Menurutnya, raker ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk menerjemahkan visi dan misi kepengurusan ke dalam program kerja yang konkret dan berdampak bagi seluruh warga Jurusan Matematika.

"Ini adalah langkah awal kita bersama. Saya berharap seluruh pengurus dapat berdiskusi dengan aktif, kritis, namun tetap konstruktif. Mari kita rancang program yang inovatif, sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, serta mampu membawa HMJ Matematika menjadi rumah belajar dan berproses yang nyaman," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Muh. Hidayat Situru kembali menegaskan komitmennya untuk membawa perubahan positif di internal himpunan. "Raker ini adalah fondasi awal kita. Saya ingin memastikan bahwa setiap program yang lahir dari forum ini benar-benar menjawab kebutuhan mahasiswa, bukan sekadar daftar kegiatan seremonial. Mari kita buktikan bahwa HMJ Matematika bisa menjadi motor penggerak perubahan yang kolaboratif dan inovatif di FMIPA UNM," tegasnya.

Rapat kerja yang mengusung tema "Sinergi Transformasi: Mengintegrasikan Nilai Ilmiah dan Etika Ilahiah dalam Harmoni Kolaborasi HMJ Matematika" ini membahas secara detail program kerja dari setiap bidang. 

Diharapkan, setelah RAKER ini seluruh jajaran HMJ Matematika FMIPA UNM periode 2026-2027 dapat segera bergerak dan merealisasikan program-program yang telah direncanakan, memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan warga Jurusan Matematika.(*)
Selengkapnya

Selasa, 30 Desember 2025

LEBIH DARI SEKADAR LOMBA: GEOMETRI 2025 BEREVOLUSI, BUKA KATEGORI UNIVERSITAS DAN JANGKAU TIGA PROVINSI

LEBIH DARI SEKADAR LOMBA: GEOMETRI 2025 BEREVOLUSI, BUKA KATEGORI UNIVERSITAS DAN JANGKAU TIGA PROVINSI



Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) resmi menutup rangkaian kegiatan Genius on Mathematics in Real Application (Geometri) di Gedung Sains Square Lt. 12, Minggu (28/9) lalu.

Geometri 2025 diikuti sebanyak 1.048 peserta dengan mengusung tema “Challenge Your Mind, Be The Best in Mathematics Through AI Technology”. Dari jumlah tersebut, 999 peserta mengikuti Lomba Cepat Tepat Matematika (LCTM) yang terdiri dari:

· Tingkat SD: 227 peserta (77 individu, 150 grup)

· Tingkat SMP: 311 peserta (105 individu, 206 grup)

· Tingkat SMA: 461 peserta (103 individu, 358 grup)

Selain itu, terdapat 10 peserta pada Olimpiade Matematika, 15 peserta pada Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), dan 24 peserta pada kegiatan Seminar. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan sekaligus memudahkan peserta dalam beradaptasi dengan teknologi. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan para siswa dan siswi dari berbagai kabupaten semakin semangat dalam belajar matematika.

Kegiatan ini ditutup dengan pengumuman dan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba, mulai dari Lomba Cepat Tepat Matematika (LCTM) Individu Sekolah Dasar (SD), LCTM Individu Sekolah Menengah Pertama (SMP), LCTM Individu Sekolah Menengah Atas (SMA), LCTM Group SD, LCTM Group SMP, LCTM Group SMA, Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Mahasiswa, dan Olimpiade Matematika Mahasiswa Tingkat Nasional.

Ketua Jurusan Matematika, Jafaruddin, S. Pd. M. Pd.,Ph.D., memberikan apresiasi kepada panitia Geometri 2025, para peserta, serta orang tua pendamping yang senantiasa mendampingi anak-anaknya.

“Kami menghargai komitmen panitia yang memfasilitasi perlombaan hingga selesai, sekaligus mengapresiasi partisipasi peserta dan kesetiaan para pendamping”, ujarnya.

Di sisi lain, Achmad Fadlan Adhar selaku Ketua Panitia Geometri 2025 menjelaskan bahwa Geometri tahun ini berbeda dengan sebelumnya karena terbuka bagi mahasiswa umum dan diikuti oleh peserta dari tiga provinsi. Achmad Fadlan Adhar berharap, dengan usainya kegiatan ini para peserta menjadi lebih termotivasi dalam belajar matematika.

Senada dengan itu, Nur Ikhsan selaku Ketua Umum HMJ Matematika FMIPA UNM Periode 2025-2026 menuturkan bahwa perubahan tahun ini juga terletak pada cabang lomba yang mengalami penambahan.

“Perbedaan kegiatan tahun ini terletak pada ajang yang sebelumnya tidak diadakan, yakni Olimpiade Matematika tingkat universitas”, tuturnya.

Sementara itu, peraih juara umum LCTM tingkat SMA, Owen Aristo Swrauw, menyebut bahwa perlombaan dalam Geometri 2025 berkesan karena seru dan penuh tantangan. 

GEOMETRI 2025 diikuti oleh peserta dari 27 kabupaten/kota dengan total 1.048 peserta, di mana rayon Makassar menyumbang 498 peserta dan rayon luar Makassar sebanyak 501 peserta. Acara diakhiri dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang dari berbagai kategori, sekaligus menandai berakhirnya rangkaian acara yang telah berlangsung sejak babak penyisihan pertama. GEOMETRI 2025 diharapkan tidak hanya meningkatkan minat siswa dan mahasiswa terhadap Matematika, tetapi juga menjadi platform untuk mempererat hubungan antar sekolah dan universitas.

Dengan semangat dan antusiasme yang tinggi, GEOMETRI 2025 resmi ditutup, namun semangatnya akan terus berlanjut di tahun berikutnya. GEOMETRI selanjutnya siap menyambut peserta dengan tantangan dan inovasi baru yang lebih besar.

Selengkapnya

Rabu, 10 September 2025

Mahasiswa Matematika Angkatan 2024 bersama dengan HMJ Matematika FMIPA UNM Periode 2025-2026 Sukses Gelar Inaugurasi

Mahasiswa Matematika Angkatan 2024 bersama dengan HMJ Matematika FMIPA UNM Periode 2025-2026 Sukses Gelar Inaugurasi

 


Makassar, 6 September 2025 – Mahasiswa Matematika Angkatan 2024 bersama Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matematika FMIPA Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2025–2026 telah berhasil melaksanakan kegiatan Inaugurasi. Kegiatan ini dilangsungkan pada Sabtu, 6 September 2025, pukul 18.30 WITA hingga selesai, bertempat di Gedung Mulo, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar.


Mengangkat tema “Eksplorasi Mathlantic dalam Layar Angka dan Nalar”, inaugurasi kali ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga wadah untuk mengekspresikan kreativitas dan semangat mahasiswa angkatan 2024. Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I FMIPA UNM, Dr. Awi Dassa, M.Si, yang turut memberikan sambutan dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.


Sebanyak ±120 orang panitia terlibat dalam menyukseskan acara ini. Dalam sambutannya, Feri selaku ketua panitia menyampaikan harapannya, “Untuk mempersiapkan acara ini, dibutuhkan waktu sekitar 2 bulan. Namun berkat dukungan dari berbagai pihak, acara ini dapat digelar hari ini. Semoga kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk mempererat solidaritas kita sesama mahasiswa jurusan Matematika ”


Di sela kegiatan, Ikhsan selaku Ketua Umum HMJ Matematika FMIPA UNM periode 2025–2026 juga menyampaikan harapannya, “Berakhirnya pasca DKKM ini menjadi awal angkatan 24 untuk bersatu. Saya berharap angkatan 24 terus menjunjung semangat kekeluargaan dan solidaritas sebagai mahasiswa jurusan Matematika FMIPA UNM.”


Rangkaian acara diisi dengan berbagai penampilan yang memukau dan mencerminkan kekayaan budaya serta potensi mahasiswa, di antaranya: angngaru, tari paduppa, tari kreasi, musikalisasi puisi, paduan suara, drama, akustik, hingga flash mob.


Dengan terselenggaranya inaugurasi ini, diharapkan mahasiswa angkatan 2024 semakin solid dan inovatif, serta terus mengembangkan potensi sebagai warga jurusan matematika FMIPA UNM.

Selengkapnya

Minggu, 17 Agustus 2025

Dirgahayu Republik Indonesia ke-80! Jayalah selalu Indonesiaku! 🇮🇩

Dirgahayu Republik Indonesia ke-80! Jayalah selalu Indonesiaku! 🇮🇩

 

Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 Tahun. 

Tahun 2025 menjadi momen bersejarah bagi bangsa Indonesia karena memasuki usia ke-80 tahun kemerdekaannya. Peringatan ini bukan hanya sekadar seremonial tahunan, tetapi juga menjadi refleksi perjalanan panjang bangsa Indonesia sejak diproklamasikan merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Delapan dekade kemerdekaan menunjukkan betapa besar pengorbanan, perjuangan, dan semangat persatuan yang telah diwariskan oleh para pahlawan bangsa demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Proklamasi kemerdekaan yang dibacakan oleh Ir. Soekarno didampingi Drs. Mohammad Hatta pada 17 Agustus 1945 merupakan tonggak lahirnya negara Republik Indonesia. Sejak saat itu, rakyat Indonesia bersama-sama mempertahankan kedaulatan dari ancaman penjajahan serta berjuang membangun bangsa dalam berbagai bidang. Perjalanan menuju 80 tahun kemerdekaan adalah bukti nyata bahwa bangsa Indonesia mampu berdiri tegak menghadapi tantangan zaman dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Peringatan 80 tahun kemerdekaan mengusung semangat untuk mengenang jasa para pahlawan, memperkokoh persatuan dalam kebhinekaan, serta menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya melanjutkan perjuangan melalui karya, inovasi, dan kontribusi nyata. Momentum ini sekaligus menjadi titik awal menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045, yaitu menjadikan Indonesia sebagai negara maju dan berdaya saing di kancah global.

Berbagai kegiatan diselenggarakan untuk memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia, mulai dari upacara bendera, doa bersama untuk para pahlawan, perlombaan rakyat, pawai budaya, hingga festival seni dan musik kebangsaan. Semua kegiatan tersebut mencerminkan rasa syukur, kebersamaan, serta kecintaan rakyat Indonesia terhadap tanah air.

Delapan puluh tahun kemerdekaan merupakan pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk mengisinya. Generasi penerus bangsa memiliki kewajiban untuk menjaga keutuhan negara, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan semangat gotong royong dan persatuan, Indonesia diharapkan mampu mencapai kejayaan di masa depan.

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-80. Semoga semangat kemerdekaan senantiasa menjadi sumber kekuatan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk terus berkarya, bersatu, dan berjuang demi terwujudnya Indonesia yang maju, sejahtera, dan berdaulat.

Kami segenap keluarga besar HMJ Matematika FMIPA UNM mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia yang Ke 80 Tahun. 🇮🇩

Selengkapnya

Jumat, 01 Agustus 2025

Sejarah Singkat HMJ Matematika FMIPA UNM

Sejarah Singkat HMJ Matematika FMIPA UNM


Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matematika FMIPA Universitas Negeri Makassar (UNM) memiliki perjalanan panjang yang penuh dinamika dan semangat perjuangan mahasiswa. Sejak awal berdirinya hingga saat ini, HMJ Matematika telah mengalami berbagai perubahan nama dan struktur kelembagaan yang mencerminkan perkembangan organisasi kemahasiswaan di lingkungan jurusan Matematika FMIPA UNM.


1980: Awal Berdirinya

Organisasi kemahasiswaan di jurusan Matematika pertama kali terbentuk pada tahun 1980 dengan nama HMJ Pendidikan Matematika IKIP Ujungpandang, yang merupakan cikal bakal dari UNM. Pada masa ini, fokus organisasi adalah mewadahi aspirasi dan pengembangan potensi mahasiswa jurusan pendidikan matematika.


1999 – 2001: Perubahan Nama

Seiring dengan transformasi IKIP Ujungpandang menjadi Universitas Negeri Makassar (UNM), terjadi penyesuaian dalam struktur kelembagaan. Pada periode 1999 hingga 2001, HMJ Pendidikan Matematika resmi berubah nama menjadi Himatika FMIPA UNM. Perubahan ini menandai komitmen organisasi untuk terus berkembang sesuai dengan dinamika pendidikan tinggi.


2001 – 2003: Pemisahan Struktur Kelembagaan

Dalam upaya penyesuaian sistem organisasi kampus, antara tahun 2001 hingga 2003, lembaga kemahasiswaan di jurusan Matematika terbagi menjadi dua, yaitu:

1. BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Jurusan Matematika FMIPA UNM, dan

2. MPM (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa) Jurusan Matematika FMIPA UNM.

Periode ini menjadi masa penguatan peran masing-masing lembaga dalam mengakomodasi kebutuhan mahasiswa baik secara aspiratif maupun eksekutif.


2003 – 2017: Kembali Menjadi Himatika FMIPA UNM

Pada tahun 2003, struktur lembaga kemahasiswaan kembali disatukan dan mengusung nama Himatika FMIPA UNM. Nama ini digunakan kembali sebagai bentuk penguatan identitas kelembagaan dan memperkuat sinergi antar mahasiswa dalam satu himpunan yang solid.


2017 – Sekarang: HMJ Matematika FMIPA UNM

Memasuki tahun 2017, organisasi ini secara resmi mengubah nama menjadi Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matematika FMIPA UNM. Perubahan ini selaras dengan regulasi kelembagaan di tingkat fakultas dan universitas, serta bertujuan untuk mempertegas posisi dan fungsi organisasi dalam mendukung kegiatan akademik dan pengembangan diri mahasiswa Matematika FMIPA UNM.


Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi dari setiap anggotanya, HMJ Matematika FMIPA UNM terus berupaya menjadi wadah yang responsif, progresif, dan solutif dalam menjawab tantangan zaman serta mendukung peningkatan kualitas mahasiswa di bidang akademik maupun non-akademik.


HMJ Matematika FMIPA UNM – Berkarya, Bersinergi, Berprestasi.

Dan semoga, dalam setiap langkah yang diukir, tetap terpatri kekuatan persatuan dan kobaran semangat yang tak pernah padam—menjadikan HMJ Matematika FMIPA UNM senantiasa satu dalam cita, teguh dalam karya, dan jaya sepanjang masa.

"Tetap Bersatu dan Jaya Selalu"


Selengkapnya

Sabtu, 26 Juli 2025

Kamis, 24 Juli 2025

GEOMETRI 2025 Akan Hadir sebagai Ruang Inovasi dan Kompetisi Matematika

GEOMETRI 2025 Akan Hadir sebagai Ruang Inovasi dan Kompetisi Matematika

Memasuki bulan Juli, ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan refleksi, menyusun strategi baru, dan bergerak aktif menuju masa depan yang lebih gemilang. Dalam semangat transisi dan inovasi, Himpunan Mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Makassar dengan bangga mempersembahkan GEOMETRI 2025 – Genius on Mathematics in Real Application.

GEOMETRI bukan sekadar ajang kompetisi. Ini adalah ruang ekspresi dan eksplorasi bagi siapa saja yang percaya bahwa matematika lebih dari sekadar angka. Matematika adalah seni berpikir, logika yang berpola, serta keberanian untuk melampaui batas.

GEOMETRI 2025 hadir sebagai ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kecakapan berpikir, kemampuan analisis, dan kreativitas di bidang matematika dalam konteks dunia yang terus berkembang. Jangan lewatkan kesempatan berharga ini untuk menjadi bagian dari transformasi dan inovasi bersama GEOMETRI 2025.

Tema GEOMETRI 2025

"Challenge Your Mind, Be the Best in Mathematics through AI Technology"

Tema ini menjadi ajakan sekaligus tantangan untuk mengeksplorasi potensi matematika yang terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan. Melalui GEOMETRI 2025, peserta diharapkan mampu melihat bagaimana matematika dapat diterapkan dalam dunia nyata dan masa depan berbasis teknologi.

---

Rangkaian Kegiatan GEOMETRI 2025

GEOMETRI 2025 menghadirkan serangkaian kegiatan edukatif dan kompetitif yang ditujukan untuk pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia, khususnya wilayah Sulawesi. Kegiatan yang dapat diikuti antara lain:

1. Lomba Cepat Tepat Matematika (LCTM) – Individu dan Grup

Untuk siswa SD, SMP, dan SMA se-Sulawesi.

2. Olimpiade Mahasiswa Nasional

Menguji kemampuan logika dan analisis mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

3. Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Mahasiswa Nasional

Sebuah platform untuk menyampaikan ide dan solusi inovatif berbasis riset.

4. Seminar Pendidikan

Mengangkat isu-isu aktual seputar pembelajaran matematika dan integrasi teknologi di dunia pendidikan.

---

Pelaksanaan LCTM di 27 Lokasi Rayon

Salah satu hal baru dalam GEOMETRI 2025 adalah sistem Rayon dalam pelaksanaan babak penyisihan LCTM Grup dan Individu. Seluruh babak penyisihan akan dilaksanakan secara offline pada dua jadwal utama:

• Rayon 1 – Sabtu, 9 Agustus 2025

Lokasi: Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Maros, Pangkep, Barru, Parepare.

• Rayon 2 – Sabtu, 30 Agustus 2025

Lokasi: Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Mamuju, Mamasa, Polewali Mandar, Luwu Utara, Luwu Timur, Luwu, Tana Toraja, Toraja Utara, Enrekang, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Bone, Wajo, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, Kepulauan Selayar.

Dengan total 27 titik lokasi, pelaksanaan LCTM tahun ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak peserta dari berbagai daerah di Sulawesi.

---

Hadiah dan Fasilitas

Setiap peserta berkesempatan untuk mendapatkan berbagai bentuk penghargaan, di antaranya:

1. Piala Bergilir dan Piala Tetap

2. Piagam Penghargaan

3. Sertifikat Kepesertaan

4. Geometri Kit Eksklusif

5. Konsumsi (Snack dan Makan Siang)

---

Pendaftaran dan Panduan

Silakan segera mendaftarkan diri Anda melalui tautan berikut:

👉 Link Pendaftaran GEOMETRI 2025

https://linktr.ee/PENDAFTARAN_GEOMETRI_2025

Untuk informasi lengkap mengenai ketentuan lomba dan teknis pelaksanaan, silakan unduh panduan di tautan berikut:

📖 Guidebook GEOMETRI 2025

https://lnk.ink/GUIDEBOOKGEOMETRI2025

---

Informasi dan Kontak Resmi

Pantau terus perkembangan informasi GEOMETRI 2025 melalui media sosial resmi:

Instagram: @geometri2025_

Instagram: @hmj_matematika_fmipaunm

Untuk pertanyaan lebih lanjut, peserta dapat menghubungi panitia melalui kontak yang tercantum di media sosial tersebut.

Selengkapnya

Minggu, 15 Juni 2025

Bakti Pendidikan dan Sosial Mahasiswa (BINOM) Tahun 2025 Universitas Negeri Makassar Jurusan Matematika Berlangsung Sukses, Wujud Nyata Peduli Sesama

Bakti Pendidikan dan Sosial Mahasiswa (BINOM) Tahun 2025 Universitas Negeri Makassar Jurusan Matematika Berlangsung Sukses, Wujud Nyata Peduli Sesama


Bakti Pendidikan dan Sosial Matematika (BINOM) Tahun 2025 Universitas Negeri Makassar Jurusan Matematika Berlangsung Sukses, Wujud Nyata Peduli Sesama

Makassar, [5/6] — Kegiatan bakti Pendidikan dan Sosial Matematika (BINOM) yang diselenggarakan oleh mahasiswa Jurusan Matematika Universitas Negeri Makassar telah sukses dilaksanakan pada 25 Mei-1 Juni 2025 di Desa Bissoloro, Kec. Bungaya, Kab. Gowa. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang membutuhkan, sekaligus wujud pengabdian dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dengan mengusung tema "Optimalisasi Peran Mahasiswa Melalui Pendidikan dan Kepedulian Sosial dalam Mewujudkan Desa Bissoloro yang Mandiri dan Bersinergi", baksos ini melibatkan sekitar 130 mahasiswa serta beberapa dosen pembimbing. Kegiatan yang dilakukan meliputi ALJABAR (Ajang Literasidan Jelajah Media Pembelajaran Matematika Bersama), SMART (Sesi Matematika Aktif dan Kreatif), BERSERI (Bersih, Sehat, Rapi, dan Indah), TRIGON (Tradisi dan Gim Olahraga Nusantara), TAJWID (Tadarus Al-Qur'an dan Kajian Islam di Masjid).

“Kami sangat bersyukur kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari warga. Semoga dedikasi yang diberikan bisa meringankan beban mereka dan mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat,” ujar Ririn Indriani Safitri, selaku Penanggung Jawab Sementara Ketua Panitia kegiatan.

Antusiasme masyarakat, guru-guru, dan siswa sangat bagus, terbukti dari masyarakat, guru-guru, dan siswa yang hadir dan ikut serta dalam item kegiatan BINOM 2025.

“Kami berterima kasih atas kepedulian adik-adik mahasiswa. Kehadiran mereka membawa semangat baru bagi warga di sini,” ucap Pak M. Kasim, salah satu Pemerintah Desa Bissoloro.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar di bangku kuliah, tetapi juga terjun langsung ke masyarakat, memahami realitas sosial, dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi budaya di kalangan mahasiswa. Pengabdian bukan hanya tugas, tapi juga panggilan hati,” tutup Pak Ja'faruddin, S.Pd, M.Pd, Ketua Jurusan Matematika FMIPA UNM.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama, penyerahan simbolis bantuan, dan ramah tamah dengan warga sekitar.



Selengkapnya